Monday, December 29, 2014

Menjaga kesehatan tubuh dengan pola makan ala siklus menstrual

Sudah bukan rahasia lagi jika menstruasi akan membuat wanita merasa jengkel, murung, dan merasakan kram atau kesakitan. Seringkali pula saat sedang menstruasi, wanita senang mengonsumsi makanan yang berminyak, pedas, atau bahkan makanan manis. Jika Anda menuruti nafsu makan tersebut, berhati-hatilah sebab makanan ini akan membuat perut Anda semakin kembung dan jerawat berdatangan.

Jaga kesehatan tubuh dengan pola makan ala siklus menstrualDilansir dari healthmeup.com, untuk mencegah hal ini, sebaiknya Anda makan berdasarkan tahap tertentu siklus menstruasi Anda seperti contoh berikut.

Hari 1-5
Di siklus menstruasi pertama ini, Anda harus mengonsumsi makanan yang kaya akan magnesium seperti bayam dan biji-bijian. Selain itu Anda juga perlu untuk mengonsumsi makanan yang mengandung asam lemak omega 3 seperti salmon dan kacang kenari.

Hari 6-13
Di siklus ini, Anda perlu untuk mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah yang akan membantu Anda untuk mengurangi stres. Selain itu makan sayur dan buah akan membantu Anda untuk menurunkan nafsu makan.

Hari 14-17
Saat siklus ini datang, indera Anda akan lebih tajam dan aktif terutama yang berhubungan dengan indera perasa. Mengonsumsi makanan seperti keju, lobster, dan daging sapi sangat disarankan.

Hari 18-23
Tingkat hormon progesteron Anda akan naik di saat ini sehingga akan menyebabkan gangguan pencernaan terutama sembelit. Mengonsumsi makanan yang kaya akan serat akan membantu Anda untuk terhindar dari sembelit. Selain itu mengonsumsi makanan kaya serat seperti sayur, buah, dan beras merah akan membuat Anda lebih berenergi.

Hari 24-28
Masa ini merupakan saat PMS. Pastikan Anda mengonsumsi karbohidrat yang dipadankan dengan protein untuk menstabilkan gula darah.

Tubuh wanita sebenarnya memiliki jam makan alami berdasarkan dengan siklus menstrual mereka. Jika Anda mengikuti pola makan ini bukan hanya serangkaian gejala PMS yang menyakitkan akan pergi, namun kesehatan tubuh juga akan lebih terjaga. Tertarik untuk mencobanya?

Sumber : Merdeka.com

Ternyata Makanan cepat saji bikin anak lemot

Makanan cepat saji saat ini sudah banyak dikonsumsi, terutama oleh anak-anak. Seringkali anak-anak tertarik dengan kemasan dan penyajian dari makanan cepat saji. Meski sudah tahu bahwa makanan cepat saji tak memberikan nutrisi yang baik untuk anak, namun masih banyak orang tua yang membiarkan anak mereka mengonsumsi makanan tersebut. Para orang tua tampaknya tak mengetahui efek buruk yang bisa diberikan makanan cepat saji pada anak mereka.

Makanan cepat saji bikin anak lemotSebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji tak hanya memicu obesitas pada anak-anak, melainkan juga mempengaruhi otak mereka. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Ohio State University menunjukkan bahwa makan makanan cepat saji bisa memperlambat cara kerja otak anak.

"Selama ini penelitian fokus pada efek makanan terhadap obesitas pada anak-anak. Namun penelitian kami memberikan bukti bahwa mengonsumsi makanan cepat saji berkaitan dengan masalah lain, yaitu menurunkan kemampuan otak anak," ungkap ketua peneliti Kelly Purtell, seperti dilansir oleh Daily Health Post (26/12).

Hasil ini didapatkan peneliti setelah mengamati data dari 8.544 anak sekolah di Amerika. Peneliti mengukur seberapa sering anak-anak itu mengonsumsi makanan cepat saji pada usia 10 tahun, kemudian membandingkannya dengan nilai akademis mereka. Kemudian peneliti mengulang penelitian tersebut tiga tahun setelahnya.

Anak yang mengonsumsi makanan cepat saji hampir setiap hari memiliki nilai yang lebih buruk. Mereka juga menemukan bahwa konsumsi makanan cepat saji membuat otak anak bekerja lebih lambat dan membuat mereka kesulitan mengikuti pelajaran di sekolah.

Meski begitu, dalam penelitian ini peneliti tak hanya mengukur kaitan antara kemampuan otak anak dengan makanan cepat saji saja. Mereka juga menghitung variabel lain yang kemungkinan mempengaruhi seperti aktivitas fisik, indikator kelas ekonomi, dan menghitung berapa waktu yang dihabiskan anak untuk menonton televisi.

Sumber : Merdeka.com

Benarkah Penggunaan smartphone bisa mengubah bentuk otak

Penggunaan ponsel serta smartphone semakin mendominasi kehidupan manusia. Bahkan Anda tidak bisa dipisahkan dari smartphone kesayangan Anda. 

Penggunaan smartphone bisa mengubah bentuk otak?Namun tahukah Anda bahwa penggunaan smartphone yang terlalu berlebihan mampu mengubah dan mengganggu fungsi otak Anda? Dilansir dari dailymail.co.uk, para peneliti menemukan bahwa mereka yang sering menggunakan smartphone dengan model layar sentuh mengalami perubahan ukuran dan bentuk pada bagian otaknya yang disebut dengan somatosensory cortex. Area ini adalah pengendali jempol. 

"Saat Anda menggunakan smartphone dengan model layar sentuh, maka bagian otak yang berperan dalam mengendalikan sentuhan di ujung jari jempol akan bergerak dengan lebih aktif. Sehingga hal ini akan membuat bagian otak yang disebut dengan somatosensory cortex bertumbuh lebih pesat daripada bagian otak lainnya," terang Dr Arko Ghosh, peneliti dari University of Zurich di Swiss. "Tanpa Anda sadari perubahan ini mampu membawa dampak buruk bagi kesehatan seperti menyebabkan rasa sakit, kejang, dan gangguan dalam gerakan kognitif seperti dystonia."

Atas dasar itulah para peneliti pun tidak henti mengingatkan Anda agar lebih bijak dalam menggunakan ponsel. Jangan sampai kesehatan Anda terganggu karena teknologi.

Sumber : Merdeka.com

Tahukah Anda ? Lemak semakin memperbanyak jumlah sel kanker


Lemak semakin memperbanyak jumlah sel kanker?Ketika terdiagnosis penyakit kanker, tentu saja Anda merasa sangat sedih dan putus asa. Merasakan hal tersebut sangatlah wajar. Namun jangan sampai Anda terlarut di dalamnya dan lupa untuk menjaga kesehatan tubuh Anda. Terkena penyakit kanker bukanlah akhir dari dunia Anda. Anda masih tetap memiliki kesempatan untuk sembuh. Caranya adalah dengan menerapkan pola hidup sehat termasuk mengonsumsi makanan sehat dan rendah lemak jahat.
Sebab seperti dilansir dari care2.com, mengonsumsi lemak jahat sama dengan memberi makan pada sel-sel kanker. Saat lemak ini memasuki tubuh Anda maka juga masuk ke dalam sel kanker. Hasilnya sel kanker menjadi semakin besar dan semakin banyak.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa ketika sel kanker atau tumor Anda menyerap kolesterol dan lemak jahat, maka perkembangannya akan semakin pesat. Kolesterol jahat atau LDL bagaikan makanan bagi sel tumor," tulis penelitian dari Jerman ini. Bahkan penelitian ini menemukan bahwa sekitar 17% wanita yang terkena kanker payudara memiliki tinggal kolesterol yang tinggi sekitar 240.

Berlawanan dengan hal ini, mengonsumsi sayur dan buah justru mengecilkan sel kanker. Sebab makanan sehat tersebut mengandung phytosterols, zat alami yang mampu menurunkan lemak jahat dalam tubuh sehingga sel kanker akan menghilang.

Sumber : Merdeka.com

Kandungan Potasium, mineral penting yang sering diabaikan

Potasium adalah salah satu jenis mineral penting yang dibutuhkan tubuh selain kalsium, magnesium, fosfor, sodium, kloride, dan sulfur. Potasium seringkali dikesampingkan dan diabaikan oleh banyak orang. Kebanyakan orang lebih berfokus pada memenuhi vitamin dan nutrisi tubuh, namun sering abai terhadap mineral. Padahal potasium mengandung banyak manfaat untuk tubuh.



Potasium, mineral penting yang sering diabaikanPotasium diketahui bisa menurunkan risiko kematian hingga 20 persen akibat berbagai sebab. Selain itu, potasium juga mencegah stroke, tekanan darah, dan menurunkan kemungkinan terbentuknya batu ginjal, Health Me Up (23/12).

Fungsi terpenting dari potasium adalah untuk membentuk dan menggerakkan otot, memperbaiki kinerja ginjal untuk menyaring darah, mengatur aktivitas elektrik dari jantung, mengontrol jumlah cairan tubuh, dan menjaga fungsi sel tubuh agar tetap normal.

Potasium memang tak bisa menyembuhkan penyakit, namun konsumsi potasium dalam jumlah yang banyak bisa melindungi jantung dari banyak penyakit. Potasium membantu mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi. Selain itu, potasium juga membantu menjaga retak jantung tetap stabil.

Ada banyak makanan yang mengandung potasium seperti kentang, tomat, pisang, jeruk, stroberi, alpukat, bayam, buncis, dan kacang polong, serta buah kering. Makanan lainnya yang juga kaya potasium adalah produk susu, gandum utuh, daging, dan ikan.

Untuk orang dewasa rekomendasi potasium harian adalah 4.700 miligram. Setelah mengetahui manfaat besar potasium untuk tubuh jangan lagi mengabaikan mineral ini dan penuhi kebutuhan potasium Anda mulai saat ini

Sumber : Mereka.com